Review Nokia E71: Legenda QWERTY yang Masih Menawan?
Ingat masa-masa sebelum dunia dikuasai layar sentuh? Ada satu nama yang jadi raja di kalangan profesional: Nokia E71. Ponsel ini bukan sekadar alat komunikasi, tapi simbol status. Melihatnya lagi hari ini seperti bertemu teman lama yang penampilannya tidak menua, tetap gagah dengan balutan metal yang solid dan desain yang rampingnya kebangetan. Rasanya memegang E71 itu seperti memegang sebuah karya seni industri—kokoh, presisi, dan terasa mahal, jauh berbeda dari lautan ponsel plastik masa kini. Kekuatan utamanya, tentu saja, adalah keyboard QWERTY fisik yang legendaris. Setiap tombolnya punya feel 'klik' yang memuaskan, membuat aktivitas mengetik email panjang atau chatting terasa begitu nikmat. Jari-jari seolah menari di atasnya, sebuah sensasi yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh keyboard virtual di layar kaca. Didukung oleh sistem operasi Symbian yang pada zamannya tergolong cerdas, fitur organizernya benar-benar bisa diandalkan untuk mengatur jadwal yang padat. Ponsel ini memang diciptakan untuk bekerja, bukan untuk main-main. Soal fitur lain, E71 dilengkapi kamera 3.2 megapiksel dengan autofocus dan GPS. Hasil fotonya? Jujur saja, untuk standar sekarang, kualitasnya sangat biasa. Cukup untuk dokumentasi darurat, tapi jangan harap bisa dipakai untuk konten Instagram. Ini adalah pengingat bahwa dulu, kamera di ponsel adalah bonus, bukan fitur utama. Layarnya yang kecil dan tidak bisa disentuh juga menjadi bukti betapa teknologi telah melompat jauh. Lalu, apakah ponsel ini masih relevan? Jika Anda menemukannya di marketplace, waspadalah. Banyak unit seken dijual dengan kondisi 'gagal registrasi SIM' atau 'masalah IMEI', yang artinya ia tak bisa lagi digunakan untuk telepon atau internetan dengan kartu SIM Indonesia. Namun, sebagai sebuah koleksi, sebagai mesin tik portabel untuk 'detoks digital', atau sekadar untuk bernostalgia dengan kualitas build yang luar biasa, Nokia E71 adalah legenda yang tak lekang oleh waktu. Ia adalah bukti nyata bahwa desain yang fungsional dan premium itu abadi.
